Tradisi Sabung Ayam Di Indonesia

BetAyam303.comSabung Ayam atau laga ayam yang kita kenal bukan hanya sekedar sebagai arena pertaruhan saja. Akan tetapi permainan ini merupakan bagian dari tradisi yang sangat melekat dengan kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan di beberapa tempat, permainan ini juga menjadi sebuah simbol upacara adat yang diadakan di waktu waktu tertentu.

Bukan hanya di Indonesia, dibeberapa negara juga sangat mengenal tradisi adu ayam jago ini. Seperti di negara Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Colombia, Peru dan beberapa negara lainnya yang masih mengadakan permainan ini.

Sabung Ayam, Adu Ayam, Judi Sabung Ayam, Sabung Ayam S128, S128.net

Tradisi Sabung Ayam Di Beberapa Daerah Indonesia

Seperti di daerah Bali, sabung ayam ini dikenal dengan nama Tajen. Acara tajen di Bali ini berhubungan dengan beberapa ritual keagamaan dan dikenal dengan Tabuh Rah. Kegiatan atau prosesi Tabuh rah tersebut sering digelar saat ada upacara keagamaan seperti dalam upacara Bhuta Yadnya seperti mecaru dan tawur yang berfungsi sebagai penyamleh atau perang sata.

Beberapa waktu terakhir ini, malah muncul wacana bahwa Tajen ataupun laga ayam ini akan dibuatkan Perda alias peraturan daerah, banyak yang pro dan tentunya lebih banyak yang kontra dengan wacana tersebut. Sebelum judi menjadi kegiatan haram bagi kepolisian, tajen digelar secara bebas dan terbuka, kadang di suatu tempat membuat arena khusus untuk pergelaran tajen.Tapi kegiatan ini terlalu bebas bagi masyarakat, tidak membatasi kalangan usia, sehingga anak-anak yang secara kebetulan lewat dan menyaksikan kegiatan ini, tentunya akan berpengaruh buruk juga.

Di daerah Sulawesi permainan ini dikenal dengan nama Massaung Manuk. Massaung manuk adalah penamaan orang Bugis untuk sebuah permainan yang dalam bahasa Indonesia berarti “sabung ayam”. Massaung manuk dahulu hanya dilakukan para raja dan bangsawan Bugis pada pagi atau sore hari untuk memeriahkan pesta-pesta adat seperti: pelantikan raja, perkawinan, dan panen raya.

Adu ayam di Toraja sudah dikenal jauh sebelum masuknya Kolonial Belanda pada tahun 1906 Masehi. Adu ayam dalam budaya Toraja merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa bagi pihak-pihak berselisih tentang perkara apa saja yang mereka tidak bisa selesaikan sendiri. laga ayam juga dilakukan sbg pemenuhan ritual kepercayaan (Aluk), yg mana bulu sayap ayam jantan diambil dan ditancapkan di “tuang-tuang” atau bentangan bambu-bambu kecil sbg simbol penolak bala pada acara “aluk rambu solo’ “. Istilah laga ayam dalam peradilan masyarakat Toraja dikenal dengan “Si Londongan”.

Sejarah Permainan Adu Ayam Jago

Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, usia permainan ini nyaris setua pembentukan masyarakat di pulau-pulau Nusantara. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi punya kisah tentang ayam aduan. Budaya ini telah ada lebih dulu sebelum kita lahir, dan inilah alasan utama kenapa permainan ini di Indonesia semakin popular. Mungkin akan lebih jelasnya kita mengetahui sejarahnya di Indonesia. Dan sejarah ini pada dasarnya berbeda-beda untuk tiap daerah atau kota di Indonesia.

Sebenarnya hobi mengadu ayam sudah lama di kenal di Indonesia, diperkirakan sejak lama dari zaman kerajaan majapahit. Bahkan dari dulu kita sering mendengar cerita-cerita yang didalamnya berisi tentang adu ayam, diantara cerita yang melegenda itu diantaranya, cerita Ciung Wanara, kamandaka dan cinderalas. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang di sampaikan secara turun-temurun.

Saat ini permainan taruhan sabung ayam ini sudah tersedia dalam versi online dari s128.net yang menggunakan perangkat komputer dan smartphone android dan juga ios. Kemudahan dalam permainan ini tentunya memberikan sebuah semangat baru bagi penggemar judi laga ayam jago ini. Untuk bermain, pennggemar hanya perlu mendaftar pada sebuah agen sabung ayam seperti BetAyam303.com.

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *