Tradisi Sabung Ayam Tajen Di Bali

BetAyam303.com – Permainan Sabung Ayam di daerah Bali sudah tumbuh dan berkembang sejak lama. Bahkan permainan ini sudah menjadi tradisi masyarakat bali yang diadakan pada acara ritual keagamaan yang dinamakan Tabuh Rah. Tabuh rah adalah taburan darah binatang korban yang dilaksanakan dalam rangkaian upacara agama (yadnya).

Permainan ini dikenal dengan nama Tajen yang menggunakan taji pisau pada kaki ayam tersebut. Acara tajen ini sangat digemari masyrakat bali tarutama kaum prianya. Bahkan hingga saat ini permainan mengadu dua ekor ayam ini masih digelar dalam beberapa acara dan bahkan ada arena yang mngadakan tajen ini sebagai arena perjudian.

Sabung Ayam, Adu Ayam, Judi Sabung Ayam, Sabung Ayam S128, Tajen Bali

Mengenal Tradisi Sabung Ayam Di Bali

Dalam permainan tajen ini biasanya berpatokan pada sebuah lontar kuno yang disebut Pengayam ayaman. Lontar ini isinya menguraikan tentang hari baik dan buruk dalam menentukan kemenangan dalam permainan tajen. Meski lontar ini sudah sangat lama, namun masih digunakan oleh para pemilik adu ayam sebelum turun ke arena peraduan.

Ada beberapa penamaan umum untuk ayam aduan di Bali yang digunakan juga untuk lebih memahami lonta pengayam ayaman tersebut. Berikut penamaan ayam tersebut.

  • Buik, merupakan sebutan untuk Ayam Jago yang bulunya berwarna-warni
  • Kelau atau kelawu, untuk ayam jago berbulu abu-abu
  • Bihing atau Biying, sebutan ayam jago yang berbulu merah
  • Wangkas, sebutan untuk ayam jago yan dadanya berbulu putih dengan sayapnya berwarna merah
  • Brumbun untuk “petarung” dengan kombinasi bulu merah, putih, dan hitam.
  • Sa, sebutan ayam berbulu putih.
  • Ook, sebutan untuk ayam jago yang memiliki keadaan bulu leher sangat lebat
  • Jambul, merupakan sebutan untuk ayam jago bila tumbuh bulu (jambul) di kepala
  • Godek, untuk ayam yang berbulu dikaki.
  • Sangkur, untuk ayam jago dimana keadaan fisiknya tanpa bulu ekor

Dalam meramaikan arena Tajen ini terdapat teriakan yang membuat suasana aren semakin riuh. Berikut kode kode teriakan tersebut.

  • Gasal adalah sistem taruhan dengan perbandingan lima banding empat.
  • Cok, sistem taruhan tiga lawan empat,
  • Pada (sama), adalah taruhan satu lawan satu.
  • Telude, dua banding tiga,
  • Apit, menggunakan satu banding dua,
  • Kedapang, sembilan banding sepuluh.

Hingga saat ini tradisi atau budaya semacam ini masih diadakan untuk upacara seperti Tabuh Rah tersebut. Bahkan Bali juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya para penggemar permainan sabung ayam ini.

Demikianlah sedikit informasi dari agen sabung ayam mengenai Tradisi Sabung Ayam Di Bali. Semoga dapat memberi pengetahuan kepada pembaca.

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *